Televisi adalah kotak ajaib yang telah membentuk peradaban modern. Ia membawa berita, hiburan, dan pengetahuan langsung ke ruang keluarga kita selama hampir satu abad. Namun, di balik layar yang kita tatap setiap hari, tersimpan kisah penemuan yang jauh lebih kompleks dan dramatis dari yang dibayangkan. Saat ditanya, “Siapa penemu televisi?”, banyak orang mungkin akan menyebut satu nama.
Kenyataannya, jawaban atas pertanyaan siapa penemu televisi bukanlah sebuah nama tunggal, melainkan sebuah epik yang melibatkan banyak babak, beberapa tokoh jenius, momen kebetulan, dan bahkan pertarungan sengit di pengadilan. Kisahnya tidak sesederhana yang tertulis di banyak buku sejarah. Artikel ini akan mengungkap 5 fakta paling mengejutkan di balik layar penciptaan televisi, yang akan mengubah cara Anda memandang perangkat yang ada di rumah Anda.
Baca juga : Televisi: 7 Rekomendasi Pilihan untuk Nonton Netflix & Prime Video Tanpa Batas
5 Fakta Mengejutkan di Balik Kisah Penemu Televisi
Bersiaplah untuk menyelami narasi yang penuh dengan intrik, inspirasi tak terduga, dan persaingan ketat dalam perlombaan untuk menaklukkan gelombang udara.
1. Fakta 1: Penemu Televisi Bukan Hanya Satu Orang
Ini adalah fakta paling fundamental yang sering disalahpahami. Tidak ada satu “Thomas Edison” untuk televisi. Mahkota penemu televisi adalah sebuah mahkota yang harus dibagi oleh setidaknya tiga tokoh kunci dari era yang berbeda, yang masing-masing memberikan kontribusi vital.
Paul Nipkow (1884): Sang Pemberi Konsep Dasar
Jauh sebelum gambar bergerak bisa dikirimkan, seorang mahasiswa teknik di Jerman bernama Paul Nipkow mematenkan sebuah konsep brilian pada tahun 1884. Ia menciptakan “Nipkow Disk”, sebuah piringan berputar dengan lubang-lubang spiral yang mampu memindai (scan) sebuah gambar baris per baris. Meskipun ia tidak pernah membangun model yang berfungsi penuh, cakram pemindai mekanis ini adalah konsep teoretis pertama yang memungkinkan sebuah gambar dipecah untuk transmisi. Karena jasanya ini, Nipkow sering dijuluki “Kakek Televisi”.
John Logie Baird (1926): Pelaku Demonstrasi Pertama
Seorang insinyur Skotlandia, John Logie Baird, adalah orang pertama yang berhasil “menghidupkan” konsep Nipkow. Dengan sumber daya terbatas, ia membangun sistem televisi elektromekanis pertama di dunia menggunakan barang-barang bekas, termasuk kotak topi tua, jarum rajut, lensa sepeda, dan lem. Pada tahun 1926, ia menjadi orang pertama dalam sejarah yang mendemonstrasikan gambar bergerak di televisi di depan para ilmuwan di London. Karena inilah Baird seringkali secara populer disebut sebagai sang penemu televisi.
Philo T. Farnsworth (1927): Bapak Televisi Elektronik Modern
Meskipun Baird adalah yang pertama, sistemnya yang berbasis piringan berputar memiliki banyak keterbatasan. Lompatan kuantum sesungguhnya datang dari seorang jenius muda asal Amerika, Philo Farnsworth. Ia adalah penemu televisi elektronik sepenuhnya, yang tidak lagi menggunakan bagian mekanis yang berputar. Sistemnya menggunakan sinar elektron untuk memindai dan menampilkan gambar, sebuah konsep yang menjadi dasar bagi semua televisi tabung (CRT) selama sisa abad ke-20.
2. Fakta 2: “Bintang Televisi” Pertama Adalah Boneka
Pada tahun 1925, saat John Logie Baird hampir berhasil dengan eksperimennya, ia membutuhkan wajah manusia untuk disiarkan. Ia berlari ke lantai bawah dari labnya dan “meminjam” seorang anak kantor bernama William Taynton. Namun, panas yang luar biasa dari lampu-lampu di studio membuat Taynton tidak tahan.
Frustrasi, Baird kemudian menggunakan “subjek” yang tidak akan mengeluh: sebuah boneka ventriloquist bernama “Stooky Bill”. Wajah boneka inilah yang menjadi citra pertama dengan gradasi warna abu-abu yang berhasil ditransmisikan oleh Baird. Stooky Bill secara tidak resmi adalah bintang televisi pertama di dunia.
3. Fakta 3: Ilham Datang Saat Membajak Ladang Kentang
Kisah di balik penemuan Philo Farnsworth, sang penemu televisi elektronik, adalah salah satu momen “Eureka!” yang paling indah dalam sejarah teknologi. Pada usia 14 tahun, saat ia sedang membajak ladang kentang keluarganya di Idaho, ia berhenti sejenak dan melihat barisan-barisan lurus yang baru saja ia buat di tanah.
Saat itulah sebuah ide cemerlang muncul di benaknya. Bagaimana jika sebuah gambar bisa dipindai dengan cara yang sama seperti ia membajak ladang? Bukan dengan alat mekanis, tetapi dengan seberkas elektron yang bergerak maju-mundur, baris per baris, dengan sangat cepat untuk menangkap keseluruhan gambar. Konsep pemindaian elektronik inilah yang ia sketsakan untuk guru kimianya, sebuah ide yang kelak menjadi dasar dari paten televisinya.
4. Fakta 4: Siaran Pertama Berhasil Melintasi Samudra Atlantik
Setelah sukses dengan demonstrasi lokalnya, John Logie Baird menetapkan target yang lebih ambisius: mengirimkan sinyal televisi melintasi Samudra Atlantik. Pada tanggal 8 Februari 1928, menggunakan stasiun pemancar gelombang pendek di London, ia berhasil mengirimkan gambar wajah “Stooky Bill” ke sebuah stasiun penerima di Hartsdale, New York. Meskipun gambarnya kasar dan tidak stabil, ini adalah sebuah pencapaian monumental. Peristiwa ini membuktikan bahwa televisi memiliki potensi untuk menjadi media komunikasi global.
5. Fakta 5: Terjadi Perang Paten Sengit Melawan Raksasa Korporat
Kisah penemu televisi juga diwarnai oleh drama persidangan ala David vs. Goliath. Philo Farnsworth, seorang penemu independen, harus berhadapan dengan Radio Corporation of America (RCA), raksasa elektronik yang dipimpin oleh David Sarnoff yang ambisius.
RCA, melalui insinyurnya Vladimir Zworykin, juga sedang mengembangkan televisi elektronik dan mencoba mengklaim patennya. RCA menantang paten Farnsworth di pengadilan selama bertahun-tahun, menghabiskan jutaan dolar untuk mencoba membuktikan bahwa Zworykin adalah penemu yang sebenarnya. Namun, Farnsworth memiliki bukti pamungkas: sketsa papan tulis dari kelas kimianya saat ia masih remaja, yang berhasil disimpan oleh gurunya. Sketsa itu membuktikan bahwa ia telah memiliki konsep televisi elektronik jauh sebelum Zworykin. Akhirnya, pengadilan memutuskan kemenangan bagi Farnsworth, dan untuk pertama kalinya, sebuah perusahaan raksasa seperti RCA harus membayar royalti kepada seorang penemu tunggal.
Kesimpulan
Jadi, siapa penemu televisi? Jawabannya adalah, tidak ada satu orang pun. Ia adalah hasil dari evolusi ide selama 50 tahun. Paul Nipkow menanam benih konsepnya, John Logie Baird adalah yang pertama kali membuatnya berbuah dalam bentuk mekanis, dan Philo Farnsworth adalah yang merevolusinya menjadi bentuk elektronik modern yang kita kenal. Kisah mereka adalah pengingat bahwa inovasi terbesar seringkali merupakan sebuah maraton, bukan sprint, yang dibangun di atas pundak para raksasa yang datang sebelumnya.